Seiring dengan meningkatnya jumlah jamaah Umrah dari berbagai negara, Pemerintah Arab Saudi terus melakukan penyesuaian sistem pengelolaan ibadah, termasuk dalam pengaturan kunjungan ke Raudhah di Masjid Nabawi. Salah satu kebijakan utama yang kini menjadi standar adalah penggunaan aplikasi Nusuk sebagai pintu resmi pengelolaan izin masuk Raudhah.
Update aturan ini wajib dipahami oleh jamaah Umrah, agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan tertib, nyaman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Nusuk Menjadi Satu-satunya Akses Resmi Masuk Raudhah
Saat ini, akses ke Raudhah hanya dapat dilakukan melalui izin resmi (permit) yang diterbitkan aplikasi Nusuk. Tidak ada lagi jalur manual atau informal untuk masuk ke area Raudhah.
Artinya:
- Jamaah tidak dapat masuk Raudhah tanpa permit Nusuk, meskipun sudah berada di Masjid Nabawi
- Permit bersifat personal dan terjadwal
- Petugas akan melakukan pemindaian barcode sebelum jamaah diperkenankan masuk
Ketentuan ini berlaku untuk seluruh jamaah, tanpa pengecualian.
Izin Raudhah Bersifat Terbatas dan Tidak Bisa Diulang Bebas
Salah satu update penting yang perlu dipahami adalah bahwa izin masuk Raudhah bersifat terbatas. Dalam praktiknya:
- Jamaah umumnya hanya mendapatkan satu kali kesempatan kunjungan dalam periode tertentu
- Setelah permit digunakan, jamaah tidak bisa langsung mengajukan izin ulang
- Ketersediaan slot sangat bergantung pada kapasitas harian
Oleh karena itu, jamaah dianjurkan untuk memanfaatkan izin yang didapat dengan sebaik mungkin.
Jadwal Masuk Raudhah Wajib Sesuai Slot Nusuk
Meskipun terdapat pembagian jadwal umum untuk jamaah laki-laki dan perempuan, yang menjadi acuan utama tetaplah waktu yang tercantum di aplikasi Nusuk.
Jamaah wajib:
- Hadir tepat waktu sesuai slot yang dipilih
- Tidak datang terlalu awal atau terlambat
- Mengikuti arahan petugas di lapangan
Datang di luar jam yang tercantum berisiko tidak diperkenankan masuk, meskipun pada hari yang sama.
Tidak Semua Jamaah Bisa Mendapatkan Slot Raudhah
Hal penting yang perlu disadari jamaah adalah bahwa tidak semua orang pasti mendapatkan slot Raudhah, terutama pada periode padat seperti:
- Umrah menjelang Ramadhan
- Awal Ramadhan
- Musim libur internasional
Kondisi ini bukan karena kelalaian penyelenggara, melainkan karena pembatasan kapasitas oleh otoritas Masjid Nabawi demi keselamatan dan ketertiban.
Peran Edukasi Sebelum Keberangkatan Sangat Penting
Banyak kekecewaan jamaah di lapangan sebenarnya terjadi bukan karena aturan yang ketat, melainkan karena kurangnya pemahaman sejak awal.
Sebagai organisasi yang menghimpun travel penyelenggara Umrah dan Haji, GAPHURA menekankan pentingnya:
- Edukasi penggunaan aplikasi Nusuk sebelum keberangkatan
- Penyampaian ekspektasi yang realistis kepada jamaah
- Penjelasan bahwa Raudhah adalah kesempatan, bukan jaminan
Edukasi yang baik akan membantu jamaah menerima kondisi lapangan dengan lapang dada dan tetap fokus pada ibadah utama.
Etika Jamaah Saat Berkunjung ke Raudhah
Selain aspek teknis, jamaah juga perlu memahami etika berkunjung ke Raudhah, antara lain:
- Tidak berlama-lama melebihi durasi yang ditentukan
- Tidak mendorong atau memaksakan diri
- Mengutamakan doa yang ringkas namun khusyuk
- Menghormati jamaah lain yang juga menunggu giliran
Raudhah adalah tempat yang mulia, dan ketertiban adalah bagian dari adab ibadah.
Kesimpulan
Update aturan Nusuk dan Raudhah menegaskan bahwa ibadah di Masjid Nabawi kini dikelola dengan sistem yang lebih teratur dan terjadwal. Jamaah Umrah dituntut untuk lebih siap secara teknis, mental, dan pemahaman aturan.
Dengan mengikuti ketentuan resmi dan menerima kondisi lapangan dengan bijak, jamaah tetap dapat meraih keberkahan ibadah tanpa kehilangan kekhusyukan.